Alun-Alun: I Gusti Ngurah Made Agung
Setelah melanjutkan perjalanan dari Jembrana, kemudian Tabanan dan akhirnya kami sampai di Badung, tepatnya di Alun-alun Badung. Tempat alternatif untuk beristirahat, karena kondisi juga sudah malam pada saat itu. Jadi tempat yang masih ramai salah satunya adalah alun-alun. Alun-alun Badung yang kemudian diresmikan dengan nama Alun-alun I Gusti Ngurah Made Agung, untuk mengenang jasa kepahlawanannya.
Sebelumnya kami mencoba mencari alternatif tempat beristirahat seperti hotel dan warung makan, tapi dia opsi itu tidak bisa kami pilih karena sekian pertimbangan.
di Alun-alun ini, seperti biasa kami tidak mau melewatkan momen untuk menikmati berbagai sudut tempat yang kami singgahi. Kami coba berkeliling dengan berjalan kaki menyusuri setiap sudut alun-alun I Gusti Ngurah Made Agung. Di sini juga ada patung Puputan, sebagai monumen untuk mengenang perang puputan masyarakat Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Made Agung untuk melawan penjajahan Belanda pada waktu itu.
Monumen: Patung Puputan
Kami terpaksa beristirahat di tempat ini, menunggu sampai bisa melanjutkan perjalanan kembali. Tentu dengan tidur bergantian untuk salah satu tetap berjaga. setelah beberapa jam beristirahat dan waktu menunjukkan hampir subuh, kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan.
Seharusnya fisik kami sangat lelah karena perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor, ditampah tempat istirahat yang sangat tidak kondusif. Tapi begitulah, perjalanan dengan modal nekat dan beristirahat dimanapun tempat menjadi makanan ringan kami..