Senin, 02 September 2019

Kongres VI IPSPI



Kongres Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) VI dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2019. Momen tiga tahunan ini dilaksanakan di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung.

Ada dua delegasi dari masing-masing Dewan Pengurus Daerah (DPD). Satu orang anggota biasa mewakili Pekerja Sosial dan satu anggota rekan mewakili Tenaga Kesejahteraan Sosial. Sepanjang sejarah Kongres IPSPI, baru kali ini Tenaga Kesejahteraan Sosial turut diundang.

Pada hari pertama, acara diawali dengan Seminar Nasional dengan tema Social Work Update: Kebijakan, Pendidikan dan Praktik Pekerjaan Sosial. Dihadiri tiga pemateri yaitu: Prof. Adi Fahrudin, Dr. Puji Pujiono dan Tata Sudrajat. Acara Seminar ini dibuka oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edy Suharto, Ph.D.

Tema seminar nasional ini menurut ketua IPSPI Dr. Didiet Widyowati sebenarnya merupakan agenda rutin di Poltekesos Bandung. Karena dirasa penting untuk selalu meng-update hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan sosial. Namun, sudah beberapa waktu tidak dilaksakan.

Seminar Nasional dan Kongres VI IPSPI ini menjadi menarik karena bertepatan dengan akan disahkannya RUU Pekerja Sosial oleh DPR RI. Terdapat peluang besar yang harus dikawal bersama. Undangan untuk perwakilan DPD di seluruh Indonesia sebanyak 25 DPD. Ini merupakan kemajuan besar dimana pada saat Kongres V di Jogja baru terbentuk 11 DPD di seluruh Indonesia.